KPU Provinsi Jawa Barat bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan Pendekatan Budaya di SMK Negeri 1 Cimahi, pada Selasa (25/11/2025).
Mengusung tema “Ngajaga Budaya, Ngamumule Demokrasi, Ngawujudkeun Jabar Istimewa”, kegiatan ini memadukan seni tradisional, nilai demokrasi, dan kearifan lokal untuk memberikan edukasi politik yang menarik bagi pemilih pemula.
Momentum kegiatan semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Guru Nasional, sebagai penghormatan kepada para pendidik yang telah menjadi garda utama pembentukan karakter generasi muda.
Acara dihadiri langsung oleh:
- Ahmad Nur Hidayat, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat
- Anggota KPU Jabar: Hedi Ardia, Abdullah Sapi’i, Hari Nazarudin, Adie Saputro, Ummi Wahyuni, Aneu Nursifah
- Sekretaris KPU Jabar: Eko Iswantoro beserta jajaran pejabat manajerial
- Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat: Wahyu Mijaya
Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menegaskan pentingnya membangun kesadaran politik sejak usia sekolah.
“Acara ini menjadi penting bagi kami untuk terus mensosialisasikan kepada pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya pada pemilu yang akan datang, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi unggul di masa depan,” ujarnya.
Ketua KPU Jabar Ahmad Nur Hidayat menekankan peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan bangsa.
“Nilai-nilai demokrasi harus ditanamkan secara berkelanjutan mulai dari keluarga hingga lingkungan sekolah. Kami berharap siswa-siswi SMK Negeri 1 Cimahi dapat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Pada sesi diskusi, Hedi Ardia memberikan pemaparan mengenai sikap dasar yang harus dimiliki pemilih pemula sebelum menggunakan hak pilih. Ia menjelaskan pentingnya:
- mengenali kandidat di setiap tingkatan pemilihan
- menggunakan sumber informasi yang tepercaya
- hadir di TPS sebagai wujud tanggung jawab demokratis
- menjaga ruang politik yang kondusif sesuai nilai budaya Sunda
Lebih lanjut, ia mengingatkan mengenai maraknya hoaks yang mudah menyebar di kalangan generasi digital.
“Gen Z sangat akrab dengan gawai dan isu lingkungan. Gunakan kemampuan itu untuk menciptakan ruang politik yang lebih sehat,” pesannya.
Kegiatan dikemas dengan pendekatan budaya agar lebih dekat dengan generasi muda. Pagelaran Wayang Golek Giriharja 2 Putu dengan dalang Khanha Kosasih Sunarya menjadi daya tarik utama yang menyampaikan pesan demokrasi melalui seni pertunjukan tradisional. Di akhir acara, tampil pula musisi EJ Peace yang menambah semarak kegiatan.
Dalam sesi wawancara dengan media, Hedi Ardia mengungkapkan bahwa KPU Jabar menargetkan:
80% pemilih pemula di Jawa Barat hadir ke TPS secara sadar dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029.
Ia menjelaskan bahwa dari 35,9 juta pemilih di Jawa Barat, sekitar 5,1% adalah pemilih muda, termasuk siswa yang saat ini belum berusia 17 tahun. Mereka akan menjadi pemilih pertama pada Pemilu 2029.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif KPU Jabar yang secara rutin memberikan pendidikan pemilih di berbagai SMA/SMK di Jawa Barat. SMK Negeri 1 Cimahi menjadi lokasi terakhir untuk tahun 2025 sebelum program dilanjutkan kembali pada tahun 2026.
Melalui pendekatan budaya, kesenian, dan diskusi interaktif, kegiatan ini diharapkan mampu:
- meningkatkan literasi politik siswa
- membentuk karakter pemilih yang cerdas dan kritis
- menanamkan nilai demokrasi sejak dini
- mempersiapkan generasi muda menjadi bagian aktif dalam pembangunan bangsa
SMK Negeri 1 Cimahi menyambut baik program ini sebagai salah satu upaya membekali siswa dengan pengetahuan kewarganegaraan yang relevan dengan era digital dan demokrasi modern.
