Ini Para Juara Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar Award

KORAN GALA – Setelah melalui beberapa tahapan, Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar Award atau disingkat ChiMA kini memasuki babak akhir.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kompetisi ini berlangsung di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Rabu 19 Oktober 2022.

Pada kompetisi inovasi ini terdapat 7 kategori yakni,

  • Kategori pertama perangkat daerah termasuk RSUD Cibabat, Kecamatan dan bagian pada setda.
  • Kategori 2 UPTD/Puskesmas/BLUD,
  • Kategori 3 CPNS yang bekerjasama dengan BJB Cabang Kota Cimahi.
  • Kategori 4 Kelurahan,
  • Kategori 5 guru SD, SMP dan SMA/SMK (Negeri & Swasta).
  • Kategori 6 dosen perguruan tinggi,
  • Kategori 7 masyarakat umum (pelajar, mahasiswa, komunitas, perorangan, dan laim-lain) bekerjasama dengan Baznas Kota Cimahi.

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) tampil sebagai juara 1 kategori perangkat daerah/RSUD/Kecamatan/bagian pada setda. Juara 2 Dinas Pendidikan (Disdik), dan juara 3 Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian (Disdagkoperin).

Kategori 2 UPTD/Puskesmas/BLUD :

  • juara 1 UPTD Cimahi Technopark,
  • juara 2 UPTD Puskesmas Cimahi Utara,
  • juara 3 UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Kategori 3 CPNS :

  • juara 1 Anna Mardiyah,
  • juara 2 Ade Ariesta Putri,
  • juara 3 Roni Cahyadi.

Kategori 4 Kelurahan :

  • juara 1 Kelurahan Cibeber,
  • juara 2 Kelurahan Pasirkaliki,
  • juara 3 Kelurahan Melong.

Kategori 5 guru SD, SMP dan SMA/SMK (Negeri & Swasta) :

  • Juara 1 Agus Nugroho (SMK Negeri 1 Cimahi)
  • Juara 2 Muhamad Anugrah,
  • Juara 3 Titin Supriatin.

Kategori 6 dosen perguruan tinggi :

  • Juara 1 Elanda Fikri,
  • Juara 2 Yuliana,
  • Juara 3 Reini Astuti.

Kategori 7, masyarakat umum (pelajar, mahasiswa, komunitas, perorangan, dan laim-lain) bekerjasama dengan Baznas Kota Cimahi :

  • Juara 1 Reza Radiyatullah Komaruddin,
  • Juara 2 Shandi Permana,
  • Juara 3 Nessha Seftiyani Rahayu.

“Selamat kepada para finalis, dan tentu saja kepada para pemenang kompetisi inovasi tahun ini. Harapan dan pesan saya agar inovasi-inovasi yang lahir melalui kompetisi ini tidak lantas berhenti disini saja, namun dapat terus dijalankan secara konsisten atau bahkan terus dikembangkan di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Pihaknya pun berharap inovasi-inovasi ini dapat direplikasi secara cepat, sehingga akan semakin luas cakupan kelompok masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Inovasi yang lahir pada lingkungan pemerintah daerah, kami harapkan dapat semakin meningkatkan kinerja layanan publik kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Sedangkan inovasi yang lahir dari kalangan masyarakat diharapkan dapat dibina oleh perangkat daerah terkait, sehingga manfaat positif dapat semakin besar dirasakan, baik untuk kesejahteraan para inovator maupun bagi masyarakat pemanfaat inovasi,” tegas Ngatiyana.

Diakuinya, masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih belum berpartisipasi dengan mengirimkan inovasinya. Hal itu berdasarkan evaluasi pelaksanaan kompetisi inovasi tahun 2021 dam 2022 di lingkungan Pemkot Cimahi.

“Saya berharap dan sekaligus menginstruksikan agar pada pelaksanaan kompetisi inovasi ke depannya, seluruh OPD agar turut berpartisipasi semua tanpa terkecuali. Karena dengan semakin banyak peserta, akan semakin meningkatkan kualitas kompetisi. Dengan demikian kita dapat meningkatkan indeks inovasi daerah (IID), juga indeks daya saing daerah (IDSD) Kota Cimahi,” jelasnya.

“Kita akan dapat maju ke kompetisi inovasi tingkat nasional, dan hasil jerih payah kita akan mendapat reward dari pemerintah pusat dalam bentuk dana insentif daerah (DID). Melalui dana ini kita bisa menggunakannya untuk pembangunan kota, termasuk peningkatan inovasi pelayanan publik yang dampaknya akan terasa oleh masyarakat,” ujar Ngatiyana menambahkan.

Menurut Ngatiyana, saat ini sedang memasuki era yang semakin penuh dengan tantangan, penuh dinamika, modern, dan kompleks. Kondisi kehidupan manusia di dunia dengan cepat bisa berubah setiap saat.

Dan sebagai konsekuensinya, tantangan dan masalah yang dihadapi oleh penduduk di berbagai belahan dunia juga semakin rumit mulai dari sektor ekonomi, lingkungan hidup, kesehatan, ketersediaan ruang tinggal, pangan hingga masalah-masalah lain yang kerap kita hadapi di dalam kehidupan kita.

“Di tengah kondisi yang berat dan kurang menguntungkan ini, tentu saja ide-ide dan gagasan inovatif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi sebuah hal yang sangat kita tunggu dan harapkan bersama, sehingga dapat menjadi solusi yang jitu agar kita bisa segera keluar dari kondisi ini,” sebutnya

Saat ini, lanjut Ngatiyana, inovasi bukanlah menjadi sebuah pilihan, tetapi sudah menjadi sebuah keharusan dan juga kebutuhan, agar kita bisa tetap survive, bertahan untuk tetap dapat hidup dengan sehat dan layak.

“Kondisi saat ini tentu saja tidak boleh menyurutkan semangat, dan motivasi kita untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, justru saat ini adalah saat yang paling tepat untuk kita mengabdi kepada masyarakat, dengan berbagai ide dan gagasan inovatif, karena saat ini hampir seluruh lapisan masyarakat memerlukan bantuan dalam rangka pemulihan ekonomi untuk bangkit dari kondisi sebelumnya, dan agar bisa tetap bertahan dalam bayangan resesi global ke depannya,” tutur Ngatiyana.***

Sumber berita :

  • https://www.koran-gala.id/news/pr-5875253302/ini-para-juara-kompetisi-inovasi-cimahi-motekar-award